Pic 1

 

 

Apa perlunya kita membaca sebuah teks yang menggeluti pemikiran mengenai agama? Seakan kita mendapati sebuah deskripsi yang menempa pemikiran kita dalam hal dimana modernisme telah membuatnya berada dalam titik nadir.

Kalaupun saat ini  kritik agama (filsafat) ditandai diskursus yang kontemporer yang sayangnya kita dapatkan secara import;  Ranciere, Badiou, laclau ataupun ranah epistemologi seperti Burgress, maka teks ini ingin menghadirkan pergulatan yang lokal dan berharap menjadi telaah yang jauh dari sekedar tabu bahwa  agama masih menjadi greget karena saat ini “insitusi yang dianggap paling berkuasa menjelaskan makna adalah; agama”

 

Adakah ini dianggap usang dalam pijakan post-foundasionalisme dan post modernisme sekarang ? Tidakkah “kebenaran” menjadi cerita usang ? Karena rasionalitas (baca: penerimaan) multikultural harus menghargai 'yang lain'.

 

Ketika tajuk kebenaran menjadi sesuatu yang “ada” hadir dalam penyajian
(proposisi-nya) sebagai pembelaan iman, biarlah itu memang teruji, atau
tidak terkesan filosofis semata.   Sebuah teks menarik yang dalam
proposisinya membuat kita berkutat, memilah, ‘menantang’ mungkin juga mende-konstruksi perihal berkeyakinan. Semoga !
Semoga tidak “sesumbar” perihal agama dan kebenaran  tersebut. Semoga !

 

Nature Agama dan Kebenaran
Agama itu; Proposisi, Realitas Hidup dan Kebenaran

 

Donations For Us

Pic 2

Anda dapat berbagian mendukung Komunitas Injili ini. Baik literatur, tenaga, maupun persembahan kasih, kami terima dengan sukacita.

Btn Click Here

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------