John Bunyan adalah penulis salah satu buku yang terkenal dalam khasanah kekristenan, the Pilgrim Progress, atau Perjalanan Sang Musafir. Buku yang berisi berbagai pelajaran penting tentang perjalanan iman Kristiani ini dianggap sebagai salah satu karya tulis yang paling berpengaruh di dalam dunia sastra bahasa Inggris. Sampai hari ini buku yang diterbitkan untuk pertamakalinya di Inggris pada tahun 1678 tersebut sudah diterjemahkan ke dalam 200 bahasa dan masih terus diterbitkan ulang di seluruh dunia.

Dari sudut latar belakang pendidikan formal sesungguhnya sulit dibayangkan bahwa John Bunyan mampu menulis buku yang seberbobot itu. Ia dilahirkan dalam sebuah keluarga yang sangat miskin. Ayahnya bekerja sebagai tukang tambal panci yang berjalan dari kampung ke kampung dengan penghasilan yang sangat rendah. Keadaan ekonomi keluarganya tersebut tidak memungkinkan John Bunyan untuk menempuh pendidikan di sekolah formal, kecuali pelajaran baca tulis yang diselenggarakan di kampungnya, Elstow, Bedfordshire, Inggris.

 

 

Arsitektur Teologi Reformasi

 

Setelah ia dewasa John Bunyanpun mengikuti jejak pekerjaan ayahnya yaitu menjadi tukang tambal panci. Sementara itu ia mulai beribadah di sebuah gereja yang bernama St. John's Church di wilayah Bedfordshire. Dalam waktu singkat peranannya di gereja yang bukan merupakan jemaat aliran Anglikan tersebut semakin menonjol dan iapun mulai diundang berkhotbah ke berbagai pertemuan ibadah walaupun dirinya bukan seorang gembala jemaat.

 

Semakin meningkatnya popularitas John Bunyan ini mulai mendatangkan tekanan dari pemerintah setempat terhadap dirinya. Ia dianggap telah melanggar hukum sebab pada masa itu pemerintah Inggris menjadikan Anglikan sebagai satu-satunya aliran kekristenan yang sah di Inggris. Bahkan pada tahun 1664 parlemen Inggris menerbitkan undang-undang yang melarang pertemuan ibadah yang dihadiri oleh lebih dari lima orang yang diselenggarakan di luar naungan gereja Anglikan. Selain itu hanya pengkhotbah yang terdaftar sebagai pelayan gereja Anglikan saja yang boleh menyampaikan khotbah.

Aturan ini diabaikan oleh John Bunyan. Walaupun dirinya tidak terdaftar sebagai pelayan gereja Anglikan, ia tetap berkhotbah dalam pertemuan-pertemuan ibadah yang diselenggarakan di rumah-rumah. Sebagai akibat berulangkali ia dijebloskan ke dalam penjara dan total ia menghabiskan waktunya selama 12 tahun dalam tahanan. Di dalam masa-masa itulah ia menulis bukunya the Pilgrim Progress. Sementara itu untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarganya di dalam penjara ia bekerja sebagai penganyam tali sepatu.

Perjalanan hidup John Bunyan ini menunjukkan bahwa justru di masa yang sulit Tuhan telah memakai dirinya untuk menghasilkan karya yang dampaknya lebih besar dari khotbahnya. Di masa sekarang orang tidak lagi mengetahui apa isi khotbah yang pernah disampaikan oleh John Bunyan, namun karya tulisnya tetap dibaca dan mempengaruhi kehidupan jutaan orang. Bahkan sebagian orang berpendapat kalau semisalkan John Bunyan tidak berada di dalam penjara kemungkinan kesibukannya dalam berkhotbah akan membuat dirinya tidak memiliki waktu untuk menulis buku the Pilgrim Progress.
Sumber: Tuhan yang Bekerja di Dalam Sejarah